TenunaBlog: Tenun & Songket Indonesia

Rabu, 27 April 2016

Tenun-batik.com dan Toko-mebel.com Duplikasi Tulisan dari Tokotenun.com, Calon Pembeli Perlu Waspada

| 0 komentar


Tenun-batik.com dan Toko-mebel.com memuat profil dan artikel yang di copy paste dari toko tenun populer, Tokotenun.com. Hanya berbeda nama toko dan nomor kontak. Indikasi yang membuat calon pembeli menjadi waspada. Demikian hasil penelusuran di situs terkait pada 25 Maret 2016.

Maraknya perkembangan toko online di tanah air membawa sisi positif. Namun bila tidak cermat, resiko penipuan membayangi. Detik.com mencatat, jumlah toko online palsu atau fiktif semakin meningkat. Tahun 2013 saja, peredaran toko online fiktif yang terdeteksi sudah lebih dari 30 situs. Mirissnya, jumlah kunjungan ke situs toko online  fiktif tersebut cukup ramai. Setiap hari, tak kurang dari 15 ribu pengunjung unik dengan pageview lebih dari 100 ribu.Sebagai perbandingan, situs toko online resmi seperti Tokopedia.com hanya mendapat pengunjung unik 14.450 tiap hari. Lihat: Catat! Ini Daftar Toko Online Abal-abal

Berikut panduan untuk mengidentifikasi toko online fiktif yang kami rangkum dari Polisionline.com, Merdeka.com dan sumber lain:
  1. Harga murah yang tidak realistis. Hal yang manusiawi bila pembeli tertarik dengan harga yang lebih murah. Namun saat belanja online, jangan tertipu dengan harga murah di luar kewajaran. Bisa jadi, harga murah merupakan umpan penipu untuk mencari calon korban.
  2. Tidak ada nomor resmi yang bisa dihubungi. Toko online fiktif biasanya menggunakan nomor handphone yang berubah-ubah dan tidak ada nomor kantor/rumah yang terdaftar.
  3. Asal Comot Gambar dan Copy Paste Tulisan dari Situs Terkenal. Untuk meyakinkan calon korban, toko online fiktif tak jarang asal comot gambar dan tulisan dari situs terkenal. Tujuannya, mendapat tulisan dan foto yang berkualitas bagus agar terkesan sebagai situs profesional atau menjadi afiliasi dari situs terkenal.
  4. Sulit Dimintai Bukti Validasi, Namun Mudah Nego Harga. Karakteristik toko fiktif biasanya menolak untuk memperlihatkan bukti validasi toko seperti akta perusahaan bila mengatasnamakan PT atau CV, atau SIUP/ Surat Ijin Usaha Perdagangan bila perorangan. Lain halnya bila nego harga, terkesan mudah dalam menuruti nego calon korban.
Dengan panduan di atas, semoga kita selalu waspada dengan keberadaan toko online fiktif.

Senin, 04 April 2016

Pantai Kartini Jepara, Info Rute Menuju Lokasi

| 0 komentar


Pantai Kartini Jepara merupakan destinasi wisata bahari paling terkenal di kota Jepara. Sejak dibangun tahun 1923, pantai ini dikenal dengan tradisi Lomban yakni acara budaya masyarakat Jepara yang berlangsung selama 1 hari tiap tanggal 8 Syawal.

Fasilitas di Pantai Kartini Jepara antara lain Kura-kura Ocean Park, taman bermain anak, penginapan, mushola dan warung-warung makan serta souvenir. Kura-kura Park merupa
kan wahana edukasi dengan bangunan unik berbentuk kura-kura raksasa. Di dalamnya terdapat berbagai jenis fauna laut menyerupai wahana Sea World.

Di Pantai Kartini Jepara terdapat dermaga Kapal menuju Kepulauan Karimun Jawa dan perahu menuju Pulau Panjang. Pulau kecil indah, tak jauh dari Pantai Kartini Jepara.

Pantai Kartini Jepara Terjangkau Bus Umum

Pantai Kartini Jepara dapat diakses dengan transportasi umum. Tersedia bus umum langsung menuju Jepara dari dari Terminal Terboyo Semarang, Terminal Jetak Kudus, Terminal Surabaya, Terminal Pulogadung Jakarta dan Terminal Ubung Denpasar.

Bila juga memilih perjalanan udara melalui Bandara Ahmad Yani Semarang atau dengan kereta api melalui Stasiun Tawang Semarang. Dari sana, Anda bisa melanjutkan perjalanan dengan minta dijemput travel atau taxi. Travel yang melayani rute Semarang – Jepara diantaranya Bejeu dan Central Java.

Bisa pula Anda naik bis kota menuju Terminal Terboyo Semarang lanjut bis umum Jepara - Semarang. Berikutnya, turun di Terminal Jepara kemudian melanjutkan perjalanan dengan naik becak menuju ke Pantai Kartini Jepara. Perjalanan Semarang – Jepara menggunakan mobil sekitar 2 jam.

Hotel dan Penginapan Sekitar

Pantai Kartini Jepara merupakan salahsatu lokasi sempurna untuk melihat matahari terbenam. Tak heran, setiap tahun  lokasi ini dijadikan salahsatu spot tempat memantau hilal untuk dasar menentukan awal Ramadhan dan Idul Fitri. Tersedia fasilitas gate memutar ke laut untuk menikmati sunset.

Anda yang datang dari luar kota dan ingin menikmati sunset serta suasana malam di Pantai Kartini Jepara, tidak perlu khawatir dengan penginapan. Banyak pilihan penginapan di kompleks wisata Pantai Kartini Jepara maupun hotel di tengah kota Jepara.

______________________

Info Travel

TRAVEL BEJEU

Bejeu rute Jepara – Semarang melayani booking seat via telepon. Melayani penjemputan dan pengantaran penumpang di kota Semarang dan kota Jepara dengan biaya tambahan tambahan yang mungkin dikenakan. Keuntungannya, Anda tidak repot karena dapat minta diantar sampai hotel atau lokasi wisata pilihan Anda. Minusnya, waktu perjalanan mungkin agak molor karena Bejeu mengantar penumpang ke lokasi masing-masing.

Jepara : Jl. Kopral Sapari No 27 Pengkol. Telp: 085290501977,  081567992955
Semarang : Jl. Kusuma Wardhani 8A Semarang. Telp: (024) 70456171
Jogja : Jl. Godean KM. 4 Ruko Grand Plaza. Telp : 085338133299

CENTRAL JAVA

Central Java tidak melayani penjemputan dan pengantaran penumpang. Pemberangkatan semua penumpang dimulai dari lokasi agen Central Java.

Jepara: Jl Ringin Jaya No 2 Jepara. Telp: 081 325 799094
Semarang: TIC Jateng (Jl Pemuda No 147) Semarang. Telp: 024 – 70231340, 085100231340

DAY TRANS

Jepara: Jl Letjend Suprapto 55 Bulu. Telp : 0291 – 595033 , 08579966070 ,085101326868
Semarang : Jl Jendral Sudirman no. 103. Telp : 024 7604192
Jogja : Jl. Brigjen Katamso (kompleks Purawisata). Telp : (0274) 385990

Info Hotel dan Penginapan

Samudra Hotel

Jl. Pemandian Kartini No.08 (Di dalam kompleks Pantai Kartini) Jepara. Telp (0291) 597450.

Hotel Segoro

Jl. Ringin Jaya No.2 Jepara. Satu kompleks dengan kantor Travel Central Java Jepara- Semarang. Telp. (0291) 591982

Senin, 04 Januari 2016

Wisata Pantai Jepara di Sunset Beach

| 0 komentar


Wisata pantai Jepara paling populer adalah Pantai Kartini dan Pantai Tirta Samudra Bandengan. Keduanya di kelola pemerintah daerah Kab. Jepara. Ada alternatif lain menikmatinya, yakni melalui lokasi pantai milik swasta. Menikmati pantai Bandengan melalui restoran Sunset Beach salahsatunya.

Dari sentra tenun Troso, Sunset Beach ditempuh dengan waktu 30 menit dengan mobil pribadi. Lokasi Sunset Beach berada di jalan utama menuju Tempat wisata pantai Tirta Samudra yang dikelola pemkab. Hanya berjarak sekitar 50 meter. Terdapat papan nama Sunset Beach Restoran/ Bungalow. Tiket masuk restoran (dan pantai tentu saja) saat Liburan Natal 2015 dan Tahun Baru 2016 adalah Rp 15ribu per orang. Termasuk 1 softdrink yang dapat ditukar di restoran.

O ya, pengunjung dilarang membawa makanan dari luar ya. Ancamannya denda Rp.100ribu bila ketahuan membawa maanan dari luar. Ada di papan peringatan. Tapi tampaknya ada juga pengunjung yang dengan santai datang, duduk di meja kursi dan mengeluaran nasi bungkus dari dalam tas untuk dilahap bersama.

Di bandingan pantai yang dikelola pemkab, di Sunset Beach suasana tidak terlalu ramai pedagang khususnya di musim liburan. Hanya satu penjual yakni restoran. Tersedia banyak kursi kayu jati untuk bersantai atau berbincang sambil menikmati hidangan. Juga tempat berjemur ada di antara hamparan pasir putih. Pengunjung pun tidak terlalu banyak. Masih memunginkan untuk selfie berlatar hamparan laut.

Wisata Pantai Jepara Bandengan

Di banding pantai kartini, wisata pantai Jepara di Bandengan memang meiliki hamparan pasir lebih luas. Sesuai untuk bermain pasir atau mandi air laut. Pun, tempat bilas telah tersedia meski hanya empat bilik.

Fasilitas lain yang tersedia adalah kolam renang air tawar. Tiket masuk kolam renang tawar Rp.10ribu per orang. Kolam relatif kecil dengan kedalaman maksimal 160cm. Di bagian dangkal, kedalaman 80cm. Tampaknya memang di desain untuk anak-anak usia sekolah dasar.

Untuk anak usia lebih kecil, ada area bermain. Ayunan, perosotan, kuda-kudaan dan set meja kursi plastik dengan warna warni menyolok khas usia pra-sekolah. Di kelilingnya, meja kursi rotan dan kayu jati tersedia bagi orang tua sampil mengawasi anak bermain.

Mau menikmati indahnya matahari tenggelam? Sesuai namanya, di Sunset Beach lokasi yang cocok. Lokasi pantai berada di arah barat restoran, jadi pas untuk menikmati sore hari menjelang malam. Pilih saat cuaca cerah ya. Selamat berkunjung

Sabtu, 23 Mei 2015

Ragam Teknik Membuat Kain Tenun

| 0 komentar


Membuat sehelai kain tenun tidak hanya dengan satu cara. Beragam teknik menenun diungkapkan oleh Benny Gratha Asisten Kurator Museum Tekstil.

Apa saja teknik mengubah benang benjadi sehelai kain? Benny menjelaskan kepada masyarakat sebagaimana dikutip Kompas.com. Pertama, teknik sederhana. Teknik yang disebut paling mudah ini menghasilkan kain dengan motif polos, garis-garis/ lurik, atau kotak-kotak. Penghasil utama kain jenis lurik adalah daerah Jawa, khususnya Klaten Jawa Tengah dan Yogyakarta.

Kedua, teknik pakan atau lungsi yang juga dikenal dengan teknik songket. Pakan merupakan benang yang digunakan untuk menenun dengan posisi mendatar/ horizontal. Sebaliknya, benang yang dipasang pada alat tenun secara vertikal dikenal dengan sebutan lungsi. Teknik songket membutuhkan waktu pembuatan yang lama karena benang pakan "dianyam" diantara benang lungsi untuk membuat corak kain.

Daerah yang dikenal sebagai penghasil songket adalah pulau Sumatra yang mempunyai ciri khas warna mengkilap hasil dari benang emas atau perak yang digunakan. Daerah lainnya adalah Bali yang cenderung menggunakan katun dan sutra sebagai bahan baku.

Ketiga, teknik tenun ikat. Menurut Benny, tenun ikat dibuat dengan cara mengikat benang sesuai corak yang kemudian dicelup ke cairan pewarna. Setelah kering, ikatan pada benang dilepas dan ditenun menjadi kain. Hasilnya, kain tenun memiliki corak dan warna berbeda.

Di wilayah Barat Indonesia seperti Sumatra dan Jawa, benang yang diikat biasanya benang pakan. Tekniknya dikenal dengan nama ikat pakan. Sebaliknya hampir semua daerah penghasil tenun di wilayah Timur Indonesia menggunakan teknik ikat lungsi. Perkecualian daerah Sulawesi seperti Donggala yang lazim menggunakan ikat pakan.

Teknik ikat yang disebut-sebut paling sulit adalah teknik dobel ikat. Dengan teknik ini, benang lungsi dan benang pakan keduanya diikat dan dicelup warna untuk memberi corak. Sewaktu ditenun, posisi corak benang pakan dan benang lungsi mesti tepat agar corak yang dikehendaki dapat terlihat.

Menurut Benny, di dunia hanya ada tiga negara yang mampu membuat tenun teknik dobel ikat, India, Jepang, dan Indonesia. Di Indonesia, dobel ikat dihasilkan oleh pengrajin daerah Tenganan, Bali.

Ketiga teknik dasar itu dapat pula digabungkan seperti penggunaan teknik songket dan tenun ikat secara bersama dalam pembuatan kain Limar di palembang atau Cual di Bangka Belitung. Sedangkan gabungan teknik tenin sederhana dengan sulam tangan menghasilkan kain Tapis di daerah Lampung.

Jumat, 22 Mei 2015

Hadiri Pernikahan Cynthia Ramlan, Keluarga Olla Kenakan Tenun Baron

| 0 komentar


Tenun Baron menjadi pilihan busana keluarga Olla Ramlan saat menghadiri pernikahan adiknya, Cynthia Ramlan.

Dalam foto yang diunggah, Olla nampak bahagia berpose dengan suami dan kedua anaknya. Latar belakang dekorasi khas pernikahan seolah menegaskan kebahagiaan mereka seperti pengantin baru.

Busana dari tenun tradisional berciri khas tekstur timbul dikenakan Sang Suami Muhammad Aufar Hutapea dan anak pertama Sean Michael Alexande. Sedangkan Olla Ramlan dan putrinya Aleena Naira Hana Hutapea mengenakan kebaya warna peach.

Aufar dan Sean memilih tampil dengan tenun baron warna pink pastel. Pink lembut dengan aksen kuning emas yang juga tidak mencolok membuat mereka nampak senafas dengan pernikahan Cynthia yang cenderung sederhana namun penuh makna.

Cynthia Ramlan resmi dipersunting Elang Tjokro di Banjarmasin, 15 Mei 2015 tepat pada hari Peringatan Isra Miraj sekaligus ulang tahun Sang Ayah H. Ramlan. Cynthia pun resmi mengakhiri status janda pasca percerian dengan aktor Vicky Nitinegoro.

 

Copyright © 2013 - 2015 Tenuna Blog